Semarang, undip.ac.id Dalam rangka Dies Natalis UNDIP ke 52 tanggal 7 Oktober 2009 yang diselenggarakan di gedung Soemarmo, Pasca Sarjana Undip menyelengarakan Seminar Nasonal Peluang Kewirausahaan Transportasi Berbasis Keselamatan dan Keamanan. Dalam acara ini ditandatangani pula nota kerjasama oleh Rektor UNDIP Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, MS.Med, Sp.And dengan Menteri Departemen Perhubungan Ir. Yusman Syafii Djamal, tentang pengembangan sumber daya manusia, penguasaan teknologi dan manajemen di bidang transportasi.
Acara dibuka oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, MS.Med, Sp.And, menyampaikan bahwa tujuan dari seminar ini adalah untuk membahas masalah transportasi yang berbasis keselamatan dan keamanan. Hal ini dilatarbelakangi oleh tinginya tingkat kecelakaan karena banyaknya pengguna jalan yang kurang mentaati peraturan lalu lintas, sehingga banyak menyebabkan terjadinya kecelakaan, kurang disiplinnya pengguna jalan dalam menaati aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Tahun 2006 angka kecelakaan di Jateng masih cukup tinggi, dikarenakan pembuatan SIM hanya sekedar pada administratif semata, tanpa adanya ujian ketangkasan mengemudi yang telah ditetapkan. Namun pada tahun 2008 angka kecelakaan telah munurun menjadi 18% karena adanya peraturan kewajiban mengikuti ujian ketangkasan mengemudi untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi. Untuk mencapai keselamatan dan keamanan yang diharapkan maka dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat mentaati peraturan UU, dan kepolisian RI.
Sedangkan dalam sambutan pengantar Gubernur Jawa Tengah yang K diwakili oleh Nugroho M.N selaku kepala Dinas Perhubungan dan Informatika. Sambutan ini mengulas tentang peluang kewirausahaan transportasi yang berbasis keselamatan dan keamanan untuk terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang terjaga ketertibannya. Gubernur menekankan perlunya membahas tentang pembuatan jalan tol Semarang-Solo untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Jateng di bidang transportasi. Adanya perluasan jalan tersebut membuka usaha di bidang ekonomi Makro. Menyinggung tentang sumber daya manusia yang ada di lingkungan UNDIP diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan sehingga mampu meningkatkan kualitas di sektor pendidikan pada umumnya dankeberadannya diakui oleh masyarakat. Selain membahas upaya peningkatan kewirausahaan transportasi, meliputi sarana dan prasarana juga fokus pada masalah-masalah yang ada di lapangan seperti kecelakaan. “Kecelakaan masih memiliki angka yang tinggi sehingga diperlukan usaha dan upaya penangganannya sehingga angka kecelakaan menurun”,
Sedangkan menurut Kepala Dinas Perhubungan Nugroho. M.N, “Sistem transportasi nasional yang tidak baik berarti pada intinya bahwa struktur yang terbentuk tidak konsisten”. Kurun waktu 5 tahun ini dalam hal anggaran Departemen Perhubungan mulai mengalami peningkatan, hal ini untuk memperbaiki sistem transportasi yang telah ada sebelumnya. Dibuktikan dengan menurunnya angka kecelakaan di semua sektor transportasi darat, laut maupun udara. Sistem keamanan dan keselamatan akan berjalan dengan baik apabila kita terus menjaga kedisiplinan mulai dari masyarakat sendiri, perubahan manajemen transportasi dan juga ketaatan masyarakat akan peraturan UU, peran serta kepolisian RI, dan kerjasama dari semua pihak maka akan menciptakan keteraturan dari sistem berbasis keselamatan dan keamanan.
Acara ini dilanjutkan dengan sesion tanya jawab dengan salah satu pembicaranya, Mudjahirin Thohir (Staf pengajar ilmu budaya UNDIP) menyimpulkan bahwa dengan adanya kebijakan pasar bebas oleh pemerintah ini mengakibatkan tidak adanya pembatasan jumlah kendaraan di jalan raya, hal ini harusnya diselaraskan dengan pembangunan jalan raya. sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah kemacetan dan kecelakaan. Dan juga, pengaturan tentang kepemilikan kendaraan pribadi diatur ketat, sehingga orang akan berpikir dua kali untuk memiliki kendaraan pribadi. untuk menunjang hal tersebut maka layanan kendaraan umum harus disediakan, ditata, dan dikembangkan secara proporsional menurut perhitungan jumlah warga yang membutuhkan, plus kualitas pelayanan yang harus ditingkatkan sesuai dengan ukuran kenyamanan yang dituntut pengguna jasa menurut kemampuan pembiayaan.
Menurut FX Sugiyanto guru besar Fakultas Ekonomi Undip, yang membahas tentang Prospek Industri Transportasi Berbasis Keselamatan dan Keamanan, bahwa peluang usaha bidang transportasi bergantung pada perkembangan berbagai faktor yaitu penduduk, perkembangan ekonomi, teknologi dan kebijakan pemerintah.
