Pembantu Rektor IV Undip Dr Muhammad Nur DEA, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan MNI di rektorat Undip Tembalang, menyatakan teknologi nano mampu menghasilkan berbagai penemuan baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Jadi pemanfaatan dan pengembangan teknologi nano perlu dioptimalkan.
”Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah menyimpan potensi pemanfaatan teknologi nano untuk menghasilkan produk bernilai tinggi, namun belum diimbangi penelitian yang mendukung,” katanya.
Terobosan Penting
Selama dua tahun terakhir, Undip terus melakukan riset dan penelitian serta mendatangkan peralatan standar teknologi nano yang menunjang, termasuk kerja sama dengan MNI.
Sebab, pengembangan dan produktivitas menuju universitas riset butuh lulusan yang kompeten, hasil riset yang dipublikasikan, dan hasil riset yang dimanfaatkan masyarakat.
”Dari sekitar 150 doktor nano di Indonesia, 17 berasal dari Undip,” ujarnya.
Ketua MNI Dr Nurul Taufiqu Rochman menyatakan selama ini telah bekerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan dan lembaga pendidikan seperti UI dan ITS.
Teknologi nano adalah terobosan sangat penting di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, karena produk yang dihasilkan berkualitas baik dan memiliki kegunaan luar biasa.
”Produk yang dihasilkan dari pengembangan dan pemanfaatan teknologi nano dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, seperti kedokteran dan tekstil,” ujar dia.
Di bidang kedokteran, pengembangan teknologi nano dapat menghasilkan produk obat antikanker yang bisa mendeteksi protein tertentu, termasuk kanker yang juga merupakan protein.
”Saat obat antikanker dikonsumsi manusia, obat tak akan berhenti dan bereaksi sebelum menemukan protein (kanker) yang dituju. Setelah menemukan kanker, baru obat bereaksi,” katanya.
Berita terkait:
