Prof. Dr. Muchlas Samami yang menjadi Keynote Speaker pada acara ini juga turut hadir dan menyampaikan bahwa DIKTI mendorong Perguruan Tinggi tetap masuk dalam jajaran kelas dunia. Persaingan yang makin ketat menciptakan kreatifitas dan daya cipta bagi cendekia, hal ini menjadikan tuntutan bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya yang mampu mengembangkan potensi mahasiswa agar bisa menjadi sarjana yang bertaqwa, cakap, bermartabat, bermanfaat bagi pembangunan dan masyarakat, dan bisa berkompetisi dalam pasar global. Selain daripada itu juga memberikan solusi bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan dan menciptakan pengetahuan dan teknologi yang meningkatkan daya saing (lulusan, perguruan tinggi, daerah, bangsa) guna membangun knowledge capital melalui riset dan pemberdayaan masyarakat. Menjadikan universitas berkelas dunia tentunya mendapat pengakuan dan reputasi yang datangya dari luar dan membutuhkan kinerja yang panjang. Kriteria menjadikan Universitas berkelas dunia paling tidak memiliki reputasi internasional dalam riset, pendidikan, peneliti kaliber dunia (leaders in their fields), reputasi di luar lingkungan pendidikan tinggi, Program-program dan risetnya dikenal luas secara internasional, Melahirkan banyak inovasi pemikiran maupun riset terapan, Terobosan-terobosan baru iptek (memenangi Nobel), Menarik mahasiswa terbaik dari penjuru dunia, Memiliki sumber pendanaan yang kuat dan beragam, Didukung tim manajemen yang unggul, Lulusan menduduki posisi penting di masyarakat, Berkontribusi besar bagi masyarakat dan kemanusiaan, Terus menerus mem-benchmark dengan universitas top dunia dan agenda riset dengan prioritas yang jelas. Kriteria tersebut menjadikan point yang utama bagi Undip khususnya Pascasarjana agar secara bertahap mampu masuk dalam jajaran kelas dunia, dengan melihat salah satu strategi yang diterapkan oleh China dan India, dimana dengan mengembangkan beberapa “elite institution” dari PT yang ada. Berkaitan dengan hal ini DIKTI memberikan terobosan program antara lain :
1. Program hibah kompetisi dengan penekanan pada unggulan (PHK-B, sekarang PHKI tema-C)
2. Program hibah bersaing dan skema pendanaan riset kompetitif
- Seleksi Perguruan Tinggi bertaraf Internasional
- Perintisan kerjasama perguruan tinggi
- Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang
3. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi
4. Mendorong pengembangan “centers of excellence”
- Pengembangan CoE
- Hibah penelitian kompetensi
5. Memfasilitasi pengembangan ICT dalam pendidikan tinggi seperti : Inherent dan GDLN.
Upaya UNDIP menuju World Class University tersebut sejalan dengan Program dari DIKTI. Program hibah kompetisi dan bersaing sebagai pengembangan dari embrio riset yang telah ada. Pengembangan gedung ICT yang saat ini dalam tahap pembangunan turut memberikan reputasi UNDIP menjadi lebih dikenal dalam jajaran kelas dunia. Disisi peningkatan pendidikan Pascasarjana juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dimana saat ini sudah berdiri 27 Program Magister (S2) dan 7 Program Doktor (S3) yang selalu bertambah setiap tahunnya. Dalam upaya menaikkan mutu tersebut, Program Pascasarjana meningkatkan kualitas lulusan melalui Twining Program dan Double Degree, dimana saat ini sudah dilakukan kerjasama dengan Universitas dari beberapa negara. Partisipasi dalam penerimaan mahasiswa asing juga turut dilakukan seperti pada tahun yang lalu. Hal ini sejalan dengan tahapan yang dilakukan oleh UNDIP sejak tahun 2005 hingga 2010 guna meningkatkan reputasi UNDIP dalam jajaran kelas dunia. Begitu salah satu hal yang disampaikan PR IV UNDIP Dr. Muhammad Nur yang juga menjadi Pembicara dalam Workshop ini. [Musa]
