Jakarta – Pasar storage RI diperkirakan akan tumbuh 25% tahun depan. Pasar akan makin membaik jika pemerintah melakukan konsolidasi di bidang storage. “Kebutuhan storage akan terus tumbuh tahun depan bisa sekitar 25%,” kata Steven Law Country Manager NetApp Indonesia, Vietnam dan Filipina di Jakarta Kamis (10/12).
Ia menjelaskan secara global, kebutuhan storage telah menduduki peringat kedua dalam pengeluaran IT. Paling besar adalah server mencapai 27%, storage 23%, network 15%, PC/netbook 22% dan sisanya untuk periperal.
Ia mengungkapkan pada 2010 akan ada pergeseran storage dari disk to tape (D2T) ke disk to disk (D2D). D2T memiliki kekurangan karena membutuhkan pengoperasian yang panjang. Untuk data 1 terabyte saja butuh waktu delapan jam untuk back up. Dan recoverinya membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Pada 2010 akan terjadi pergeseran ke D2D, tapi masih terhambat regulasi terutama di sektor perbankan yang memang masih harus D2T,” kata Steven.
Steven menyebut NetApp mengalami kenaikan 20-30% terabyte shipment dibandingkan tahun lalu. Tahun ini shipment NetApp mencapai 2,5 pentabyte.
“Untuk terabyte shipment kami adalah yaang nomor satu,” katanya.
Berdasarkan data IDC Q2 2009, HP masih memimpin pasar storage di Indonesia secara total volume. Sementara NetApp berada di posisi kedua, IBM dan EMC diposisi ketiga dan diikuti oleh Hitachi.
Di pasar global, teknologi NetApp digunakan 100% oleh perusahaan semacam Facebook, Yahoo dan iTunes. NetApp sendiri di Indonesia kuat di sektor Telco dan energi. [adminMSI/Inilah.com]
