Penetrasi Voice-over-Internet Protocol (VoIP) di kalangan bisnis di Amerika Serikat akan meningkat secara pesat di beberapa tahun mendatang. Diperkirakan angkanya mencapai 79% di tahun 2013, dibandingkan 42% pada akhir 2009 lalu.

Angka penetrasi tersebut terungkap dari laporan In-Stat, perusahaan periset pasar mobile internet dan digital entertainment asal Arizona, Amerika Serikat. Menurut In-Stat, angka tersebut berarti tiap perusahaan memiliki satu solusi VoIP diimplementasikan, setidaknya di satu lokasi.

“Pengadopsi VoIP paham bahwa akan terjadi penghematan biaya sehubungan dengan pemanfaatan VoIP,” kata David Lemelin, analis In-Stat, seperti VIVAnews kutip dari XbitLabs, 4 Februari 2010. “Mereka akan memangkas biaya dan mengoptimalkan efisiensi dengan mengganti solusi voice berbasis Time-Division Multiplexing (TDM) konvensional,” ucapnya.

Dengan kecenderungan semakin sedikitnya perusahaan membuka kantor cabang di lokasi baru, kata Lemelin, sebagian besar investasi akan ditanam di kantor pusat. “Karena di sinilah efisiensi dan penghematan bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Lemelin menyebutkan, 33 persen bisnis yang telah memiliki solusi VoIP melaporkan bahwa kondisi ekonomi terakhir telah membuat mereka memperlambat rencana implementasi baru. Hanya 30 persen yang mengaku tidak mengubah rencana mereka.

Di Amerika Serikat, Hosted IP Centrex telah melampaui Broadband IP Telephony sebagai mesin penghasil keuntungan di bisnis solusi VoIP carier-based.

Meski demikian, menurut In-Stat, pendapatan dari Broadband IP Telephony akan terus tumbuh dan berlipat ganda pada 2013 mendatang dibanding tahun 2008. Pertumbuhan didorong oleh aplikasi yang semakin banyak digunakan oleh pekerja mobile. [Beritateknologi.com]