Banyak sistem dalam pembukaan serta operasional situs/web di jaringan internet yang dibuat oleh warga Indonesia belum terjamin keselamatannya. Padahal tidak kurang dari 1 juta virus menyerang jaringan internet setiap harinya.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Informatika dan Komputer (Aptikom) Pusat, Prof. Eko Indrajit menyampaikan hal tersebut di sela-sela acara Munas Aptikom ke-3 di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang, Jumat (8/10). “Banyak yang lupa, jika virus ini bisa masuk lewat pintu/port mana saja. Analoginya, ada yang sudah ditutup pintunya, malah masuk lewat jendela. Atau sama sekali tidak tahu jika situsnya tersebut leluasa bisa dimasuki oleh siapa saja,” katanya.

Menurut Eko, kondisi kemajuan di bidang teknologi informatika dan komunikasi (TIK) begitu cepat. Tercatat setiap enam menit sekali, telah keluar inovasi di bidang TIK. “Sebagai dosen hingga ahli yang berkecimpung di bidang TIK, bukan saatnya lagi membahas teknologi kemarin atau hari ini. Namun harus future (masa depan), apa yang harus kita kenali dan apa yang dihadapi,” ujarnya.


Menyikapi kondisi saat ini terkait dengan perkembangan web, Aptikom akan membantu masyarakat untuk memindai situs/web yang bermasalah. Rencananya, pemindaian tersebut akan dimasukkan atau dicatat dalam Museum Rekor
Indonesia (Muri).


“Kegiatan ini akan berlangsung di Kampus Politeknik Telkom pada Minggu (10/10). Untuk waktunya akan dimulai pada 09.20 WIB dan berakhir tepat pada pukul 10.10 WIB. Sementara untuk proses pemindaian akan dilakukan oleh 1.010 peserta yang merupakan gabungan dari dosen dan mahasiswa Politeknik Telkom,” ungkapnya.


Aptikom, lanjutnya, mengundang siapa pun baik itu individu maupun lembaga yang ingin situsnya dipindai. “Ibaratnya dokter, kita hanya melakukan diagnosis saja. Apakah sudah aman atau tidak. Jika belum aman, akan diperlihatkan di sebalah mana letak ketidakamanannya tersebut. Ini dilakukan agar masyarakat/ lembaga menjadi lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta lebih protektif,” tambahnya.


Sementara mengenai kegiatan Munas Aptikom yang berlangsung hingga Minggu (10/10), Eko menyebutkan, akan diikuti oleh 529 peserta dari 277 perguruan tinggi se-Indonesia. Keanggotaan Aptikom terdiri atas 850 kampus informatika dan komputer serta 1.560 program studi.

Sumber : www.klik-galamedia.com