Semarang.Indonesia setiap tahunnya menghabiskan kira-kira tiga ratus juta dollar Amerika untuk membayar lisesni propiretary. Mulai dari sistem operasi sampai aplikasi perkantoran. Belum lagi jika ditambah dengan aplikasi berbayar lainnya. Begitu banyak dana yang dihabiskan untuk sesuatu yang mestinya dapat diperoleh dengan biaya lebih murah. Pilihan open source perangkat lunak teknologi memungkinkan untuk itu. Open source tersedia untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk pengamankan jaringan. Seminar nasional mengamankan jaringan nirkabel berbasis open source Selasa, 3 November 2009 yang diadakan oleh Magister Sistem Informasi Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang, menghadirkan narasumber tunggal Dr Onno W Purbo didampingi moderator Adian Fatchur Rochim, ST, MT. Pembukaan seminar dilakukan oleh pidato singkat Prof Drs Mustafid M.Eng, Ph.D selaku ketua Program Magister Sistem Informasi Universitas Diponegoro.
Diawali dengan memperkenalkan alat access point yang juga berfungsi sebagai akses router Linksys WRT54GL yang telah diubah firmware menjadi DD-WRT berbasis Linux. Materi seminar dilanjutkan dengan setting access point tersebut secara default yang diakses menggunakan sistem operasi Linux Sabily. Dr Onno W Purbo melanjutkannya dengan setting pengamanan dalam access point dan router Linksys WRT54GL. Agar jaringan radio access point tidak saling bertabrakan, Dr Onno W Purbo menyampaikan filosofi pemilihan 3 atau 4 dari 13 wireless channell 2.4 GHz.
Jaringan nirkabel yang melalui access point mudah disetting, namun jangan melupakan setting secara aman. Dalam firmware DD-WRT telah tersedia untuk pengamanan misalnya dengan mendisable wireless SSID broadcast, menggunakan otentifikasi WEP atau WPA dan setting Firewall. Sebagai referensi lebih lanjut beliau memberikan link refernsi di sini.
Kadang kala ada orang yang iseng (cracker) berusaha menerobos jaringan internal nirkabel, disarankan untuk selalu mengawasi dengan ketat jaringan yang menjadi tanggung jawabnya. Tools di linux yang tersedia build-in misalnya nmap dan ntop. Sedangkan tool yang dapat membantu menganalisis keamanan dan protokol jaringan adalah BASE (Basic Analysis and Security Engine) dan WireShark. Situs internet yang anjurkan sebagai referensi adalah Remote-Exploit.

Selama seminar perserta yang aktif bertanya diberikan kenang-kenangan berupa buku terjemahan Dr Onno W Purbo dan kawan-kawan berjudul Jaringan Wireless di Dunia Berkembang edisi ke dua, Panduan praktis perencannaan dan pembangunan infrastruktur komunikasi yg rendah biaya. Diakhir seminar Dr Onno W Purbo mengingatkan untuk selalu menggunakan aplikasi yang aman misalnya memilih menggunakan SHH dibandingkan dengan Telnet dan memilih Secure FTP dibandingkan FTP [admin MSI]
Info Terkait:
http://www.idrc.ca/en/ev-45872-201-1-DO_TOPIC.html
http://irawanindra.blogspot.com/2009/06/who-is-onno-w-pubo.html
