Kejahatan cyber belakangan ini begitu ramai terjadi di dunia maya. Semakin hari penanggulangannya semakin sulit. Rasanya tidak ada software yang cukup ‘aman’. Kejahatan cyber terjadi setiap sembilan menit di Jakarta dan setiap menit di dunia dengan probabilitas 1:5 seperti temuan FBI yang dipaparkan Symantec. “Kejahatan cyber tidak hanya menyerang dan menghancurkan komputer, namun dapat menghancurkan hidup Anda,” ujar Effendy Ibrahim, Business Lead Norton Regional Asia Pasifik, kemarin.
Saat ini para penjahat cyber begitu merajalela. “Ancaman keamanan yang jumlahnya semakin besar dan semakin canggih tidak lagi dapat diatasi dengan metode signature file dan behavioural heuristics saja,” tambah Jon Olistik, analis senior dari Enterprise Strategy Group.
“Membicarakan cyber crime, tidak akan ada habisnya. Ribuan bahkan jutaan ancaman akan tercipta setiap harinya, dari mana saja, dan kapan saja. Tidak mungkin kita memberhentikannya. Itu adalah mimpi yang sulit,” kata Kaspersky, CEO dari Kaspersk Lab.
Salah satu kejahatan jenis kejahatan cyber adalah phising scam yang berarti tindakan untuk memperoleh informasi pribadi seperti user ID, PIN, nomor rekening bank, hingga nomor kartu kredit. Scam saat ini bersirkulasi di banyak situs dan bertujuan untuk mencuri data-data pribadi termasuk rekening bank.
Penghasilan para kriminal cyber tidak kalah besar dengan seorang manajer bank atau pun artis terkenal, mereka bisa menghasilkan hingga sekitar Rp 68 miliar setiap tahunnya. Menurut data Symantec, di Indonesia, phising mencapai target 76% pada sektor finansial.
Bocornya password di Hotmail telah menjadi bukti akan kekuatan serangan cyber. Kini kejahatan semacam itu memperluas ancamannya ke Yahoo, Gmail bahkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Pertanyaan yang muncul adalah, apakah kejahatan cyber seperti ini dapat diantisipasi oleh program antivirus, seperti Symantec dan Kaspersky Lab yang baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya?
Baik Symantec yang terkenal dengan produk Norton diwakili oleh David Hall, salah seorang engineer perusahaan tersebut, maupun Kaspersky Lab yang diwakili oleh penemunya Eugene Kaspersky tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan.
Pekan lalu, INILAH.COM diundang kedua produsen software antivirus ternama di dunia ini. Di dua tempat yang berbeda masing-masing menjelaskan produk antivirus terbarunya.
Keduanya mengklaim telah menemukan algoritma baru untuk mendapatkan enkripsi yang lebih baik, lebih cepat dan lebih aman untuk menghadapi berbagai jenis virus komputer yang ada. Tentunya virus komputer saat ini tidak seperti virus komputer “ambulans” yang diciptakan akhir 80-an, dan tidak menyerang komputer.
Symantec mengklaim telah mengembangkan Norton 2010 yang memiliki beberapa fitur tambahan cukup menarik. Seperti mendeteksi ancaman berdasarkan perilaku, update anti-spam, dan Norton safe web yang dapat membantu user mengambil keputusan, aman atau tidaknya suatu situs saat berbelanja online.
Sementara Kaspersky mengatakan, “Seperti halnya flu babi, penyakit ganas sekalipun pasti akan bisa dikalahkan. Oleh karenanya, virus pun bisa dihilangkan asal formulanya tepat.”
Kedua perusahaan software antivirus itu menawarkan sebuah perkumpulan yang dapat mengintegrasikan para anggotanya dalam suatu forum online untuk berbagi pemikiran ataupun bertukar informasi tentang jenis-jenis virus yang baru.
Symantec menawarkan Norton Community Watch, sementara Kaspersky Lab menjagokan K-Klub. Para pecandu komputer tentu akan menunggu efektifitas dari kedua perkumpulan tersebut.
Namun sebagian besar user komputer dan internet menyatakan tidak mengetahui ataupun berminat besar mengikuti perkumpulan online itu, meskipun mereka sadar informasi yang didapat akan lebih update. Beberapa bahkan mengatakan tidak menggunakan atau mengupdate antivirus di komputernya, alasannya, hanya membuat berat performa komputer.
Presiden AS, Barack Obama perrnah mengatakan kejahatan cyber adalah nyata dan begitu pula dengan risiko yang mengikutinya. Lalu dapatkah perusahaan antivirus menjamin produknya melawan kejahatan cyber?
“Kami berusaha sebisa mungkin menanggulangi kejahatan cyber dengan mengumpulkan data sebanyak mungkin baik lewat komunitas maupun lainnya gara dapat mengenali setap jenis virus di dunia….. namun hal tersebut tidak akan berarti tanpa peran serta pengguna internet yang memberikan informasi kepada kami,” papar David Hall dari Norton.
Sementara Eugene Kaspersky menyebutkan, intinya jangan mudah percaya kepada siapa pun di Internet. Itu kunci dari segalanya. “Jagalah informasi dan data pribadi Anda. Jangan memasukkan data-data pribadi di situs yang tidak Anda kenal.” [Admin MSI/Inilah.com]
