Kaspersky baru-baru ini memperkenalkan sebuah tool baru yang disebut “Krab Krawler” yang mampu menganalisis jutaan tweet yang diposting pada website Twitter setiap hari dan melakukan blokade dari malware apapun yang terkait dengannya.
Twitter memiliki sistem penyaringan sendiri, tetapi beberapa link berbahaya masih berhasil lolos, kata Raiu.
Sementara antivirus reguler Kaspersky dapat mendeteksi dan memblokir 95 persen dari pengguna Twitter yang terancam malware, perubahan kode malware sering untuk menghindari filter dan ini bisa memakan waktu antara dua dan 12 jam untuk bisa diklasifikasikan sebagai sesuatu yang berbahaya dan dideteksi, katanya.
Sementara perusahaan antivirus secara tradisional berfokus pada melindungi e-mail dari virus borne, semakin beralih perhatian mereka ke situs media sosial sebagai target serangan.
Trend Micro telah memiliki teknologi yang memantau posting URL berbahaya pada Twitter, serta mencari pola-pola serangan seperti penggunaan istilah-istilah populer untuk secara tidak langsung memimpin orang-orang untuk mengklik link yang terancam malware, kata Morton Swimmer, seorang seoir peneliti serang di Trend Micro.
Sementara itu, Finjan menawarkan plug-in gratis yang disebut SecureTwitter yang memperingatkan pengguna saat mereka menghadapi, URL jahat di Twitter, serta Gmail, Blogger, MSN, MySpace, hasil pencarian Google, Yahoo dan situs lainnya.
“Orang-orang khawatir tentang e-mail yang tidak diinginkan, sehingga mereka tidak berhati-hati untuk menjalankan program-program mereka melalui e-mail, tetapi mereka tidak siap untuk berurusan dengan jenis-jenis serangan baru,” katanya. [Beritateknologi.com/admin MSI]
